Ketika Cuti Panjang Hampir Usai. 

Tak terasa masa-masa vakum sementara dari predikat sebagai wanita kantoran hampir usai. Sebelum dan awal-awal cuti, saya sungguh pesimis dengan keputusan ini. Beberapa kekhawatiran muncul. 

  • “Yakin nih mo cuti sampe 6 bulan?? 6 bulan loh!”
  • “Kira-kira bosan nda ya tinggal di rumah selama itu?!”
  • “Trus di rumah bikin apa donggg???!”

Lalu galau semakin menjadi ketika ingat pas tanggal 25 tidak ada yang terkredit ke rekening pribadi. Huhuhu. Yang akhirnya berujung pada bolak balik tidak sabaran grecokin tanggal gajian suami.. HAHAHAHA.

Tapi satu hal yang bikin saya optimis dan lega adalah salah satu tujuan utama cuti. Punya waktu banyak untuk ISTIRAHAT.

Istirahat dari ritme kerja dan tumpukan job desk yang “riweh”. 

Betapa mewahnya waktu istirahat ini baru saya sadari ketika memasuki minggu kedua cuti. Tidak perlu mandi pagi-pagi buta, buru-buru make-up supaya tidak telat ke kantor, off dari segala macam pengiriman laporan rutin maupun yang suka dadakan, off baca email yang isinya “URGENT..harap dikirim paling lambat besok pagi jam 10.00” (yang mana emailnya masuk kadang sudah sore..hiks)”, off dari kalimat perintah “PASTIKAN ini dilaksanakan..bla..bla” dari level top managerial. Saya selalu berharap ada kata pengganti lain yang digunakan selain kata “PASTIKAN” ini. Agak horor saja menurutku. :))))

Daannn.. hari-hari mewah ini pun akan berakhir. Huaaaaaaaaaaa!!!!! Selasa tanggal 1 Agustus pun kusudah harus memakai pakaian dinas lagi. *cryyyy*. Ternyata cuti panjang yang —penuh drama hati di awal mulainya— adalah cuti yang paling saya butuhkan selama 8 tahun bekerja. Ber-quality time sama diri sendiri, suami, dan keluarga yang sangat berkualitas.

Lalu ketika cuti ini akan berakhir, ada banyak semoga yang ingin kupanjatkan.

  • Semoga seragam kantor masih muat.
  • Semoga masih ingat job desk.
  • Semoga pas di kantor jadi makin semangat, tidak malas-malasan. ((((Hmmm..))))
  • Semoga on time jam pulang kantornya.
  • Semoga pensiun dini dirilis kembali. (Ada Aamiin plis??? Aaamiiiiiinnnn ya Allah)
  • Atau semoga dapat lowongan kerjaan yg jam kerjanya -08.30/09.00 s/d 16.00-. Hahaha.. kumaunya santaiii kayak di pantaii. Eh tapi, kalau ada yang tau, please let me know ya.
  • Semoga pas tanggal 1, tidak pura-pura lupa, atau malah lupa betulan untuk ke kantor. Wkwkwkk. kalau ini sampai terjadi mungkin saya dijemput paksa sama orang kantor kali ya. 

Akhir kata, cuma bisa ngaca dan bilang ke diri sendiri..

WELCOMEEE BACK TO THE KEREMPONGAN YAAAHHH CYYYNNNNN… NIKMATI SEBAIK MUNGKIN SISA CUTI PANJANG NGANA YANG TINGGAL MENGHITUNG HARI!!!!!

Advertisements
Posted in "This is my first time" moment, Body, mind, & soul, Pikir-pikir | 4 Comments

Penari di Balik Tembok Berlin

Wahai penari,

Mungkin akan datang masanya suatu hari nanti, kamu akan mengerti mengapa -Tembok Berlin- ini dibangun untukmu. Juga bersujud syukur akan kehadirannya.

Tembok yang selalu ingin kau robohkan. 

Tapi jangan!!

Tenagamu akan habis jika memaksa diri merobohkan beton kokoh itu sekarang.

Sembari menanti masa yang akan datang itu..

tetaplah menari, hentakkan kaki.

Bentuklah gerakan indah.

Yang bebas, lepas.. 

di dalam hatimu.

Posted in Body, mind, & soul, Pikir-pikir | Leave a comment

Day 15 Writing Challenge: What’s The Best Compliment You’ve Ever Received?

Suatu hari yang lampau, saya pernah nggak sengaja nguping pembicaraan Bapak dan temannya yang saat itu datang berkunjung ke rumah. Saat itu Bapak lagi cerita pengalaman ketika mengikuti Prajabatan PNS yang dilatih sama militer. 

“Prajabatan dilatih militer itu butuh fisik yang luar biasa, karena kegiatannya lumayan keras. Saya pernah sudah hampir menyerah ketika seharian disuruh jalan merayap di sungai lumpur. Sudah tidak sanggup bangun, tiba-tiba mukanya Caca anak saya yang paling tua muncul di depan mata. Langsung semangat saya kembali dan lanjut jalan lagi. Sejak itu muka dia selalu muncul jadi penyemangat kalau saya lagi di titik terendah.”

Saya masih duduk di bangku SD ketika Bapak ikut Prajabatan, dan cerita itu baru saya dengar ketika udah kuliah. That’s my best compliment that I’ve ever received. It has come from a great man who taught me the meaning of being struggle.

Horeee.. akhirnya selesai juga tantangan ini. Maap ya hari ini langsung update dua postingan, soalnya untuk menjaga konsisten biar tetap nulis setiap hari itu susah beudd qaqa. Semoga nanti ada lagi yang bikin tantangan dengan tema yang seru-seru kayak gini. 

Posted in Writing Challenge | 1 Comment

Day 14 Writing Challenge: If You Were Only Allowed To Watch One Movie For The Rest Of Your Live, What Movie Would It Be And Why?

The Hundred – Foot Journey is the answer

Suka sama jalan ceritanya tentang persaingan bisnis dalam kehidupan bertetangga, kerja keras dalam mengejar passion, kerja keras mempertahankan kualitas dan service dalam bisnis. Selain itu suka sama lokasi filmnya, berlatar belakang pedesaan yang didominasi warna-warna sunset dan sunrise. Dan yang paling penting karena film ini bercerita tentang makanan dan kegiatan masak-memasak. Because I’m a foodie at heart. Hehehehe.

Posted in Writing Challenge | 2 Comments

Day 13 Writing Challenge: List Your Favorites: Song, Quote, Food, Vacation Spot, Photo

Yuhuuuuu.. ini agak susah nulisnya, soalnya dari kelima hal tersebut diatas banyak banget yang dijadiin favorite, jadi untuk nentuin yang paling terpaporit, kubingung, mesti mikir-mikir dulu sambil ngunyah. :p! But ok, lets cekidot my favorites.

#Song

Saya tumbuh dan berkembang di era 90-an sehingga lagu-lagu yang muncul sekitar taun begitu yang paling saya suka. Tembang lawas pun saya suka akibat sering dengar koleksi om-om dan tante di rumah nenek. Lagu yang paling saya suka hingga saat ini adalah.. OST Aladdin / A Whole New World. Baru dengar intronya aja saya udah merem melek menikmati syahdunya lagu ini. Tapi saya suka versi aslinya yah. Kalau orang lain yang nyanyi misalnya di acara kawinan atau live music sih bagi saya biasa aja.

#Quote

~ The mouth should have three gatekeepers. “Is it true?”, “Is it kind?”, and “Is it necessary?” ~ 


Arab Proverb

Di era serba kepo ini dan ditambah lagi kadang jengah dengan mulut pedas orang-orang yang sukanya komen atau ngobrol yang basa basi sampe jadinya basi beneran, alangkah bijaknya jika berpegang teguh pada prinsip diatas.

#Food

Lahir dan besar di Makassar menjadikan lidah saya terbiasa dengan hidangan berkuah yang menjadi kuliner tradisional khas Makassar yang mana didominasi dengan bahan dasar daging. Tapi kalau makan itu terus, kepala saya suka oleng, gak kuwadd.. apakah karena faktor “u”? Bisa jadi. Hiks. Tapi makanan favorite sepanjang masa adalah B.A.K.S.O

Mulai dari bakso halus, bakso urat, bakso goreng, bakso kasar, sampe cemilan tambahan seperti kerupuk pangsit saya sukaa semuaa Yaa Allah..*ngiler*. Dihidangkan pake kuah sedappp, dihidangkan tanpa kuah (cuma campur kecap, sambel tumis, bawang goreng, daun bawang) pun sedapp. Ailaff bakso!! 

#VacationSpot

Sejauh ini sih paling favorite adalah Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Jatuh cinta sama pantainya, pemandangannya, suasana tenangnya, tur keliling pulau, sampe ke tidur-tiduran di tengah laut menunggu suami yang sedang snorkling pun saya cintaa banget. Mudah-mudahan bisa balik lagi kesana.

#Photo

Versi sendiri. Lokasi: Candi Borobudur. Fotografer & pengarah gaya: Suami. Gayanya agak angkuh?? Bebaskeun!

Versi tidak sendiri. Malas pasang FD external, jadi screenshoot dari IG. Maapkeun. Lokasi: Candi Ratu Boko. Belum punya tripod, jadi suami bolak balik ngatur angel, pasang timer, dan lari cepat ke bangku taman ketika timer on. :)))))

Posted in Writing Challenge | 1 Comment

Day 12 Writing Challenge: What Are You Most Looking Forward To In The Next Six Months?

Keturunan. Tak ada lagi selain itu.

Semoga segera dikabulkan. Aamiin

Posted in Writing Challenge | 7 Comments

Day 11 Writing Challenge: What’s One Thing That You Would Never Change About Yourself 

Menyendiri. Kamar dan teras belakang adalah tempat favorite saya. 

Saat menyendiri saya habiskan dengan dengar musik, baca buku, main hp, melanjutkan cerita imajinasi di kepala saya, atau merenungkan apa saja yang sudah saya perbuat, dan kedepannya mau ngapain aja.

Hal ini mungkin yang tidak akan pernah berubah dari diri saya. 

Posted in Writing Challenge | 1 Comment