Kekuatan Perempuan Senja

2 jam sebelum berada di rumah, saya mencap diri dengan label “PEREMPUAN LEMAH & BANYAK GAGALNYA”. Beberapa bagian tidak berjalan sesuai harapan. Tapi bukankah memang cerita hidup seringkali diciptakan Sang Khalik seperti itu, agar kita belajar untuk jadi lebih baik lagi. Di point ini, saya pasrah.

Tapi begitu berada di rumah, menjumpai senyum hangat dan mata berbinar dua perempuan paruh baya, Mama & Manek. Secangkir teh hangat hampir mendekati dingin yang dikhususkan untukku. Telinga mereka yang siap mendengar cerita-cerita tidak pentingku, mengabaikan malam yang makin pekat. Saya tak lagi lemah setelahnya. Seketika berubah jadi kuat. Kuat karena kasih sayang mereka. Kuat karena harapan mereka. Kuat karena kemurahan hati Sang Khalik, menganugerahkan mereka berdua untukku. 

Terima kasih, Mama & Manek. Semoga kalian sehat selalu. 

Advertisements

About coklatcaca

Lulusan Arsitektur, tapi terdampar sebagai Karyawati Bank. Berharap suatu hari bisa bekerja dari rumah, jadi full IRT atau Wiraswasta.
This entry was posted in Cintaku Tanpa Logika. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s