Tentang #KARIR – by Handry Satriago

Postingan kali ini mengutip kultwit Bpk. Handry Satriago – CEO General Electric Indonesia, melalui akun twitternya @HandryGE, Sabtu 15 Maret 2014. Seorang Presiden Direktur perusahaan asing, yang pada usia 18 tahun didiagnosa menderita Kanker Kelenjar Getah Bening pada tulang belakangnya, sehingga harus memakai kursi roda bertahun-tahun. Namun beliau sukses menapaki karir yang cemerlang dengan segala keterbatasannya. 

Berikut kultwit Beliau tentang karir:

1. Sudah lama tak sharing. Saya banyak dapat pertanyaan tentang membangun karir di dunia kerja. Let me try ya..

2. Cerita malam ini terbatas pada karir menjadi profesional di sebuah perusahaan.

3. Rule saya yg pertama dalam membangun karir adalah never make any enemies in the office. You may have opponents, but not enemies! 

4. Rule ke-2, find what makes you want to work at one company. Kalau cuma minat saja, lingkupnya jadi kecil sekali.

5. Karena seringkali waktu tak cukup untuk menunggu dapat kerja yang semuanya sesuai dgn keinginan, kadang karir memerlukan jalan berputar.

6. Tak perlu khawatir memulai kerja di bidang/tempat yg tak semuanya sempurna seperti yg diinginkan. Karir bisa dimulai dari mana saja.

7. Lebih baik cari kerja saat sudah ada kerjaan, kata Ayah saya dari dulu. Bener juga.

8. Saya memulai kerja di tempat yg tak ada hubungannya dgn pendidikan saya. Mostly hanya jd tukang ketik! Rp. 150 Ribu sebulan.

9. Tapi saya butuh network, butuh ritme kerja, dan butuh 150 ribu rupiah itu agar bisa keluar rumah.

10. Lalu ada yg mengajari, dan sampai sekarang saya pegang ajaran itu…”Bekerja itu adalah lahan belajar baru, jangan cuma cari duitnya”.

11. Betul, gaji itu penting untuk memilih kerja. Tapi tak semuanya adalah soal gaji. Banyak hal lain yg dibutuhkan dlm membangun karir.

12. Saya percaya pada 3 hal untuk tempat kerja: 1) room for learning yg luas, 2) work with great people, and 3) produce something useful.

13. Pekerjaan 1st saya dgn Rp. 150 rb/bln itu memberikan kesempatan luas untuk bertemu banyak org, jadi saya pikir tak apa utk memulai karir.

14. Network…network! hal yg perlu sekali dalam memilih kerja. Dan hanya dgn hati yg humble kita bisa membangun network yg luas.

15. Penyakit terbesar dalam memulai karir adalah ketika arogansi menguasai kebutuhan untuk jadi percaya diri.

16. Ada istilah dari google, “Intellectual humility”. Nah, ini penting banget untuk membangun karir.

17. Bukan tak boleh mengukur apakah gaji kita cukup. Ada saatnya, when you gain expertise, you need to review your situation.

18. How do you know you gain expertise? adalah saat orang banyak bertanya dan membutuhkan Anda untuk bidang yg Anda kerjakan.

19. Ketika saatnya tiba, jangan ragu untuk melihat perbandingan diri Anda di pasar. Ada waktunya utk melakukan refleksi dan review karir.

20. Dalam membangun karir, selalu ada cerita berhadapan dengan orang-orang yang lebih senior. Harus gimana?

21. First, respect to everybody selalu diperlukan, tak hanya kepada mereka yg lebih senior. Tak perlu pakai cium tangan! 🙂

22. (Intermezzo) cium tangan hanya dibutuhkan kalau kalah main gaple yg taruhannya cium tangan. 🙂

23. Kedua, jadikan para senior ini sebagai tempat bertanya, belajar, dan mentor. Tak semuanya mau memang, tapi ada lah yg mau juga.

24. Ketiga, make them proud of you. Help them, work with them, but also show that you have dignity and capability… bukan pesuruh mereka.

25. Ada saatnya berdiri tegak di depan para senior yg tak respect pada anda. Tentu dengan kesopanan yg tetap terjaga.

26. If you are diamond, you will shine wherever you are. Show to the seniors that you are a diamond. Then they will help you shine.

27. Kiat saya dalam bekerja dgn para senior: 1) respect, 2) learn, 3) show them you are good and make them proud that you learn from them.

28. Lalu bagaimana agar karir terus meningkat? Two things harus selalu bagus, Performance dan Values dalam bekerja.

29. Performance akan bikin Anda bersinar dalam tahun Anda berhasil. Values akan membuat Anda selalu diingat orang, kapan pun.

30. Anda juga butuh visibility untuk bisa bangun karir. Jangan terus ngumpet, tak berani tampil, dan malu.

31. Visibility akan datang ketika Anda tak pernah putus asa memberi ide dan masukan baru. Jangan cepet ngambek kalau ide ditolak.

32. Tak bisa juga over agar punya visibility. Beda loh, antara Show Off dan Show Up. Show off jadi kayak kissing ass.

33. Tentu ada juga saatnya untuk lakukan hal-hal yang tak sepenuhnya Anda suka dalam kerjaan, asal rasional dan tak melanggar prinsip.

34. Tak bisa sholat gara-gara harus jalani kerjaan, misalnya…tak betul itu! selalu ada waktu untuk hal-hal pribadi.

35. Tapi kalau misalnya Anda perlu waktu berdoa 1.5 jam sehari dalam waktu bekerja (di luar waktu istirahat), nah ini bisa mempengaruhi karir.

36. Ada juga saatnya Anda perlu memikirkan untuk mencari tempat baru dalam berkarir. Hitung dengan cermat plus & minusnya.

37. Jangan mudah pindah kerja kalau alasan cuma dpt 10 – 20% salary increase. Remember, “kutu loncat” tak lagi laku di zaman sekarang.

38. Expertise, reputation & network Anda tak bisa diganti dgn mudah oleh salary increase di tempat lain.

39. Anda dibayar 2x lipat di tempat kerjaan baru, misalnya. Tapi tempat baru tsb tak jelas reputasinya, sustainabilitynya dsb.

40. Apa gunanya pindah sebentar dan dpt gaji 2x lebih tinggi, tapi habis itu Anda keluar lagi dan susah cari kerja baru?

41. Bekerja itu sangat memerlukan reputasi. No stealing, no cheating, no hurting people. Prinsip dasar bermanusia aja.

42. Tak ada salahnya untuk bertanya pada atasan Anda tentang career path Anda. Tanya apa rencananya terhadap Anda.

43. Kalau tak ada kejelasan tentang career path, nah..waktunya untuk mencari jalan berputar berarti sudah tiba.

44. Perlu passion & energy dalam bekerja. Passion tak berarti selalu mengerjakan yg disukai. Ada kalanya perlu menunggu.

45. Prinsip saya, selalu profesional dalam bekerja. Selama duit gaji diterima, kerjakan dgn sebaik mungkin. Walau tak selalu suka.

46. Tapi tentunya ada juga waktunya anda boleh mengejar kerjaan yg anda suka dan passionate. Again bertimbanglah dgn rasional.

47. Saat karir Anda menanjak, jangan lupa dua hal: keep learning and being humble. Lupa 2 hal tsb, sangat mudah kejeblos!

48. Jangan terlena dgn comfort zone. Nasehat Jack Welch saat awal saya kerja di GE adalah: Comfort zone is the most dangerous zone.

49. Career is all about always learn, always humble, and always grow.

***

Apapun jabatan kita saat ini, “KEEP LEARNING & BEING HUMBLE” adalah kuncinya. Mari menerapkannya pada karir, kehidupan pribadi, dan perjalanan spiritual kita. #notetoself

Semoga tulisan ini bermanfaat. :’)

 

Baji Dakka, 17 Maret 2014

*****

Advertisements

About coklatcaca

Lulusan Arsitektur, tapi terdampar sebagai Karyawati Bank. Berharap suatu hari bisa bekerja dari rumah, jadi full IRT atau Wiraswasta.
This entry was posted in Postingan Orang. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s