CANTIK ITU YANG…. MMMM…

“Cantik itu yang tinggi dan langsing!”

Begitu becandaan suami ke saya yang sering mengklaim diri di depan dia bahwa saya ini CANTIK. HAHAHAHA.

Okeyy, maaf ya, mungkin saya terlalu banyak hirup racun nyamuk di kamar yang bikin mabok, sampai ngomong seenak jidat kayak gitu. Lupakan pernyataan lupa diri saya tadi.

Setelah saya pikir-pikir (lagi kurang kerjaan), cantik itu tidak melulu soal bentuk fisik. Selera seseorang pada apa yang akan menempel di badannya itu juga sangat menunjang performa kecantikannya. Baju, tas, sepatu, jam tangan, perhiasan, asessoris, make up atau printilan apapun yang digunakan seorang perempuan kalau nggak oke, ya bisa bikin perempuan itu terlihat jelek.

Sebagai contoh, saya pernah punya teman sekolah yang cantiknya Subhanallah, cantik buangett. Cantik alami. Di sekolah dia jadi idola deh. Jaman saya masih ingusan, agak jarang bisa dapat teman yang bisa cantik begitu di sekolahan, soalnya dulu kalau ke sekolah, kita (kita? Lo aja keleuus, ca) kan cuek tuh, yang penting mandi, itu sudah cukup buat ke sekolah. Beda sama dia, yang mungkin walau nggak mandi ke sekolah tetap cantik. Tapi begitu dia pakai baju casual, nggak pakai baju sekolahan, kecantikannya kayak nggak bersinar, biasa aja. Soalnya gaya berpakaiannya sudah ketinggalan jauh dari trend pada saat itu. Terlihat old fashion. 

Sebenarnya sih kita nggak melulu harus mengikuti mode yang terkini, tapi juga sebaiknya jangan terlalu ketinggalan lah. Dan mungkin juga terkadang kita perlu meminta atau mendengarkan pendapat dari orang-orang terdekat tentang apa yang cocok kita gunakan atau tidak. Apakah kita sudah cukup terlihat enak dengan selera fashion kita atau tidak. Biar nggak nambah dosa orang yang melihat. :)))

Meskipun fisik dan selera berpakaian sudah bagus, tapi tidak ditunjang dengan ibadah dan akhlak yang baik, good attitude, dan good personality, tetap tidak akan terlihat cantik. Ini menurut saya. :p

Karena kata Aditya Mulya di novel Sabtu Bersama Bapak,

“Perempuan yang baik adalah perhiasan dunia akhirat”.

Advertisements

About coklatcaca

Lulusan Arsitektur, tapi terdampar sebagai Karyawati Bank. Berharap suatu hari bisa bekerja dari rumah, jadi full IRT atau Wiraswasta.
This entry was posted in Pikir-pikir. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s