Nge-Airport Lounge

Sebelum minggu lalu, saya sama sekali nggak pernah masuk Airport Lounge, sehingga persepsi saya tentang kemewahannya jadi agak berlebihan. Biasanya saat menunggu boarding, saya menunggu di gate yang tertera di boarding pass sambil ngunyah cemilan cemilun yang sudah saya beli sebelumnya.

Karena difasilitasi kartu Halo gratis oleh suami, yang mana kartu tersebut bisa digunakan sebagai free pass saat masuk ke Airport Lounge dengan cara registrasi lewat sms saja, jadilah saya bisa masuk ke Blue Sky Executive Lounge di Sultan Hasanuddin Airport untuk pertama kalinya dengan gratis. Horeeee..

Tapi, begitu saya masuk ke dalam, persepsi saya tentang “wow”nya sebuah Executive Lounge jadi gugur berserakan. BSEL tampak biasa saja, jauh dari kesan exclusive yang saya bayangkan. Desain interior dan furniture yang digunakan menurut saya agak standar. Kerapihan dan kebersihan ruangannya juga belum jadi prioritas sebagai bentuk pelayanan mereka.

Waktu masuk, saya agak bingung mau duduk dimana, soalnya banyak kursi kosong yang di atas mejanya itu masih penuh piring kotor bekas pengunjung sebelumnya. Sementara petugasnya ada yang lagi nggak ngapa-ngapain, tapi nggak mau membersihkan meja yang masih berantakan. Saya sampai harus memanggil si karyawan tadi untuk membersihkan meja. Gemes banget pengen nyapnyap. Untung aja dia nggak nanya, “mbak, pengunjung gratisan yah?|kok tau? |keliatan mbak dari mukanya”.

Dari segi makanan yang disajikan juga biasa aja. Waktu itu saya makan nasi goreng merah -yang warna merahnya nggak merata, disana sini masih keliatan warna putih nasinya- plus ikan goreng tepung dan tahu asam manis. Lebih terlihat seperti akan makan siang sih daripada sarapan.

Ketika selesai makan hidangan tadi, niatnya mau ngemil roti bakar, tapi langkah saya terhenti oleh pembicaraan ibu-ibu dan cowok berwajah oriental dari meja sebelah,

Co: “Cecee apa kabar? mo pi mana ini?”

Ibu: “Sa mo pigi di Surabaya, besok sa pulang ji”

Co: “Cepatnya, mau jalan-jalan kah?”

Ibu: “Sa mo pi kontrol mukaku di dokter ini, dari minggu lalu sa janjian tapi baru sempat ini”

Huoooowww.. Woman Nowdays. Hihihihi.

Karena ruangan yang nggak nyaman, setelah makan dan foto selfie, akhirnya saya pun keluar, dan memilih menunggu boarding di ruang tunggu saja.

Persepsi akan sesuatu tak selamanya sesuai dengan kenyataan. Untung saja masuknya gratis. HAHAHAHA..

Advertisements

About coklatcaca

Lulusan Arsitektur, tapi terdampar sebagai Karyawati Bank. Berharap suatu hari bisa bekerja dari rumah, jadi full IRT atau Wiraswasta.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s