Pray for Makkah

image

Saya rasa tidak ada satu pun umat muslim di seluruh dunia ini yang nggak pengen ke Mekkah. Nggak ada.

Semua pasti pernah punya cita-cita atau paling tidak terbersit di hati secuil keinginan untuk bisa beribadah di tempat paling barokah. Melihat Ka’bah secara langsung.

Beberapa waktu yang lalu ada sahabat saya waktu di SMP yang lagi umroh, mengirimkan foto ini.

image

Ketika melihat foto itu, saya nangis sejadi-jadinya. Ada rasa haru yang seketika menyeruak. Mendapati nama saya tertulis di secarik kertas saja yang berada di dekat Ka’bah, rasanya merinding bukan main.

Airmata saya mungkin adalah airmata bahagia yang bercampur harapan, bahwa semoga ada satu masa kelak dimana Allah memampukan saya, suami, orang tua, dan beserta seluruh keluarga untuk bisa berada di tempat penuh berkah tersebut. Aamiin allahumma aamiin.

Kemarin dengar cerita dari teman, ada orang yang sudah bertahun-tahun berusaha mengumpulkan uangnya untuk mendaftar berangkat haji, yang mana uang tersebut ditabung di rumah karena tak paham soal perbankan. Ketika merasa uangnya telah cukup, ternyata uang tersebut habis dimakan rayap. Zonk.

Sungguh, berangkat haji bukan soal mampu tidaknya, tapi lebih ke soal “sudah rezeki atau belum”, “sudah dipanggil atau belum”.

Ketika melihat musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram yang mengakibatkan banyak korban luka dan meninggal, saya merasa sedih. Cuaca yang sedang ekstrem seakan tidak peduli pada besi-besi yang menggantung bebas di udara, yang mana ketika itu terhempas ke lantai, nyawa manusia yang tertimpa besi tersebut bisa melayang.

Seakan bisa merasakan duka ketika melihat keluarga korban meninggal yang diwawancarai di tivi. Panggilan menunaikan ibadah haji keluarga mereka ternyata adalah panggilan untuk kembali kepadaNya. Semoga Allah menempatkan mereka di surgaNya. Aamiin.

Saya teringat Tante dan Nenek yang sedang menjalankan ibadah haji, semoga mereka baik-baik saja. Menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar tanpa rasa trauma. Dan kembali ke tanah air dengan selamat. Begitu juga dengan seluruh jemaah haji lain yang berada di Mekkah.

Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepadaNya kita akan kembali .

Advertisements

About coklatcaca

Lulusan Arsitektur, tapi terdampar sebagai Karyawati Bank. Berharap suatu hari bisa bekerja dari rumah, jadi full IRT atau Wiraswasta.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s