Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Punya masalah hidup yang seakan nggak kelar-kelar? Merasa selalu ketemu jalan buntu karena nggak ada solusi sama sekali?

Tulisan Ust. Yusuf Mansur yang ini mungkin bisa jadi salah satu cara yang bisa ditempuh untuk mengatasi masalah-masalah kita. http://yusufmansur.com/bershalawatlah-kepada-nabi/

Coba deh kita ingat-ingat kapan terakhir kali kita kirimkan Shalawat kepada Rasulullah SAW dengan sepenuh-penuhnya cinta. Jujur, saya suka cemburu sama orang yang sudah sampai ke taraf itu. Sama seperti amalan sunnah yang lain, amalan ini masih suka ala kadarnya. Yaa Allah, ampun. 😦

Rindu kepada sesama manusia sih sudah jadi rasa yang biasa ya, tapi rindu kepada Rasulullah, masyaaa Allah..luar biasa sekali kalau dikaruniai perasaan seperti itu. Rindu yang harus terus dipelihara.

Membaca tulisan Ust. Yusuf Mansur diatas benar-benar menohok hati saya. Menyadari bahwa selama ini Shalawat yang saya kirimkan setiap hari ternyata masih kurang dari segi kuantitas pun kualitas. 😦

Sampai di paragraf ini,

“Bershalawatlah kepada Nabi. Mudah-mudahan kelak kita minimal disapa dan disenyumin Nabi. Syukur-syukur diajak duduk dan tinggal satu surga bersamanya dan bersama keluarga kita.

tanpa ada instruksi apapun, saya nangis sejadi-jadinya. Bukan nangis yang sok-sok drama. Tangisan haru campur menyesal. Haru karena saya ingiiiiiiin sekali kelak di akhirat nanti sekeluarga bisa dapat bonus itu. Menyesal karena sudah banyak waktu terbuang percuma yang dipake mulut ber-lalalili-lalalili yang tidak mendatangkan manfaat. 😦

Siapa coba yang tidak mau dengan kondisi diatas. Disapa, disenyumi, dan tinggal satu surga bersama Kekasih Allah. Masya Allah.

Saya ucapkan terima kasih kepada Ust. Yusuf Mansur. Sekali lagi tulisannya sangat bermanfaat, jadi self reminder buat saya juga masyarakat lain. Semoga kebaikan dan keberkahan senantiasa dicurahkan olehNya untuk ustad dan keluarga.

Yuk, mari kita kirimkan ribuan Shalawat kepada Baginda Rasulullah SAW, sembari menyisipkan doa atas hajat kita dan beban yang masih menghimpit dan menyesakkan hidup kita. Insya Allah, yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa tersebut pada waktunya.

Aamiin.

Shollallahu ‘ala Muhammad.

Advertisements

About coklatcaca

Lulusan Arsitektur, tapi terdampar sebagai Karyawati Bank. Berharap suatu hari bisa bekerja dari rumah, jadi full IRT atau Wiraswasta.
This entry was posted in Body, mind, & soul. Bookmark the permalink.

One Response to Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

  1. winnymarlina says:

    wajib dipraktkkan makasih kak telah mengingatkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s