2017 – Challenging Year

Kaleidoskop 2016 (Duka ke Suka)

Di Februari, Manek (Ibu dari Mama) meninggal dunia karena sakit. Disusul 2 bulan setelahnya Om Inyo (Adik dari Mama) juga meninggal dunia, jatuh di kamar mandi karena serangan hipertensi. Seperti flashback ke tahun 2013, yang mana duka beruntun kehilangan Bapak dan Ria (Adik) menguji kesabaran dan ketabahan keluarga kami. Tapi ya diikhlasin aja, melatih diri agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan. 

Cukup itu duka 2016.

Suka 2016 terfavorite adalah liburan ke Jogja. Jalan-jalan ke Borobudur, Prambanan, Kraton Ratu Boko, dll.

Challenge 2017!

Di akhir 2016 saya dan suami sepakat memutuskan bahwa saya akan cuti diluar tanggungan selama 6 bulan dan mengikuti suami ke Kutai. Rencananya mau istirahat, menormalkan pikiran dari radikal bebas kehidupan kantor yang bikin capek. Kami ingin bisa segera punya anak.

Meski sempat gamang ketika memutuskan ini, tapi saya punya harapan besar pada keputusan ini. Dan makin mendekati jadwal cuti, makin excited karena untuk pertama kalinya saya bakal tinggal lama sama suami dan hanya berdua. Walau konsekuensinya harus berjauhan dari keluarga besar dan sepenuhnya menjadi IRT.

Sejujurnya yang paling grogi ketika harus jadi IRT adalah pas bagian masaknya. Selama ini saya nggak tau masak. Tapi mau nggak mau harus masakin suami nantinya. Saat ini saja saya ada beberapa bumbu masakan yang masih kebolak balik namanya. Hahaha. I really challenge myself to become a good housewife.
Challenge kedua adalah saya dikasi tawaran untuk jadi marketing konsumer di kantor. 8 tahun kerja di Bank, saya stay di bagian operasional. Sebenarnya sudah 3x saya ditawari jadi marketing, dan selalu saya tolak. Karena marketing penuh dengan tekanan. Tapi kali ini tantangan tersebut saya iyain aja. Mungkin karena sudah bosan juga dengan bagian operation dan saya nggak tau apakah ada keputusan lain dari saya dan suami setelah cuti 6 bulan nanti. Apa akan resign atau lanjut kerja lagi. Entahlah. Jadi tawaran pindah ke marketing nggak terlalu saya jadikan beban. 

Oya, berikut beberapa keinginan di 2017:

  • Punya anak (aamiiiiinnn Ya Allah)
  • Bisa tinggal menetap sama suami seterusnya
  • Bisa lebih jago masak
  • Lebih jago lagi makeup-in orang
  • Lebih rajin zumba, workout
  • Kerja dari rumah aja
  • Financial freedom
  • Buang lemak 9kg!!!


Advertisements

About coklatcaca

Lulusan Arsitektur, tapi terdampar sebagai Karyawati Bank. Berharap suatu hari bisa bekerja dari rumah, jadi full IRT atau Wiraswasta.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

8 Responses to 2017 – Challenging Year

  1. nyonyasepatu says:

    Aminnnn, semoga semuanya terkabul y

  2. Amiiiiin Chaaa.. deeh yang terakhir 9 kg ni mau ka juga 😂

  3. Dila says:

    Aamiin.. etapi banyak amat lemaknya yg mau dibuang? Aku juga tuhhh, financial freedom lagiiii, kepengen! 2017 bisa! *membara* :))

    • coklatcaca says:

      Iyaaa mba dila.. ini badannya menampung “sampah” kelewat bny, sepertinya efek samping dr minum obat penyubur kandungan. Makanya skrg udah kuhentikan, ganti yg alami.. financial freedeom..yes yess..aamiin.. hehhehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s