Ujian Sidang Suami!

Selasa 31 Januari.

Setelah melawan rasa malas dan sikap menyerah akibat:

1. Tesis yang banyak koreksi dari dosen pembimbing,

2. Jarak kampus dan kantor yang antar pulau,

3. Dosen pembimbing introvert yang agak susah ditemui yang mana sekali waktu sudah jauh-jauh didatangi, beliau malah keluar kota,

4. Biaya kuliah yang tidak murah. Ditambah dengan biaya akomodasi dan transportasi ke tempat kuliah, yang mana transportasinya pake pesawat pula,

5. Lebih menggiurkan ketemu istri dibanding dosen pembimbing *yaiyaalahh*,

dengan mengucap Alhamdulillahirobbil’alaamiinn akhirnya suami dinyatakan lulus ujian sidang tesisnya.

“MT mkaaa (Aku MT)”

Begitu baca wazzapnya, airmata saya meleleh.

Dulu ketika saya selesai ujian tugas akhir S1, saya menelfon ke rumah dan Alm. Bapak yang jawab telepon. Ketika saya bilang saya lulus dan dapat nilai A, diujung telepon Bapak saya mengucap syukur dengan suara bergetar dan tak lama sesudahnya saya dengar beliau nangis sambil memberi gagang telepon ke Mama untuk bicara. Saat itu saya berpikir bahwa beliau nangis memang karena Bapak saya tipikal orang yang gampang terharu kalau anaknya ngelakuin hal-hal yang membanggakan. 

Kala itu, saya nggak memahami perasaan plong, lega, beban terangkat, haru, bangga yang Bapak rasakan ketika usaha dan kerja kerasnya dalam mencari nafkah dan mendidik anak, sehingga anaknya bisa jadi sarjana.

Baru ketika bersama suami saya merasakan hal tersebut (meskipun saya tidak berkontribusi banyak dalam anggaran kuliah suami), tapi saya jadi paham kenapa ketika itu Bapak menangis, dan akhirnya kemarin pun saya menangis karena usaha saya dalam menyemangati suami tidak sia-sia. (Al fatihah untuk Bapak, semoga Allah memberikan kebaikan akhirat untuk Beliau. Aamiin)

Dan tidak ada yang lebih bikin bahagia ketika suami berhasil menaklukkan rintangan-rintangan diatas. 

Saya tau itu tidak mudah, dan untuk itu saya tidak henti-hentinya mengucap syukur.

Congratulation, Abi.. 

So proud of you.. So proud of us..

Advertisements

About coklatcaca

Lulusan Arsitektur, tapi terdampar sebagai Karyawati Bank. Berharap suatu hari bisa bekerja dari rumah, jadi full IRT atau Wiraswasta.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

4 Responses to Ujian Sidang Suami!

  1. alaniadita says:

    Wah, selamat atas kelulusan suaminya mbak Caca! 🙂

  2. nyonyasepatu says:

    Selamat yaaaa utk suaminya, Caca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s