Day 4 Writing Challenge: What’s Your Favorite Childhood Memory?

Sepertinya banyak yang setuju kalau saya bilang masa kecil itu masa yang paling indah. Ya kan? Hal-hal receh aja bisa bikin bahagia. Bahagia karena diizinin nggak mandi pagi dan boleh nonton kartun sepuasnya, misalnya. (Ini saya aja kali ya yang begini, bhikikik!).

Kalau ditanya “Kenangan apa yang paling favorite?”, jawabannya “Banyak!”. Saya nggak bisa cuma nyebutin satu cerita, karena banyak banget yang saya suka dari masa kecil dulu. 

#PakeBajuKembar

Orang tua saya paling senang beli baju yang kembar buat saya dan adik-adik. Entah itu warnanya ataupun modelnya yang sama. Bahkan, saya dan Ria (adik cewek) itu tiap dibelikan baju baru pasti sama, kayak beli 1 gratis 1. Dulu bencik! banget. Saya nggak suka kalau gayanya Ria harus mirip saya. Tapi ketika udah besar dan dia “pergi”, ini moment yang paling saya rindu. Kalau bisa diulang, nggak papa deh kembaran trus sama dia sampe tua. *tisu mana tisu?!*

#KodeTutupMulut

Entah mengapa, jaman kecil itu kalau lagi jalan sama Mama, trus tiba-tiba saya atau adik-adik nggak sengaja mangap karena lagi bengong atau lagi liatin orang, Mama tuh otomatis melotot ke arah kami trus langsung peragain gaya tutup mulut yang lebih mirip instruksi sih. Dan kalau sudah liat Mama begitu, ini kami pasti langsung sadar kalau sedari tadi mulut kami udah terbuka lebar, mangap. Langsung deh mulutnya ditutup. Hahaha. Semisal kami nggak liat atraksi Mama, eh malah dipanggil atau dicolek biar noleh. Mungkin Mama kasian kalau ada lalat nyasar masuk ke mulut. Kalau diingat-ingat lagi suka ketawa sendiri. Mama segitunya deh.

#MainanTradisional

Paling suka kalau pas pulang sekolah trus diizinin main: loncat karet, beklan (bekel), bongkar pasang, kwartet, tos wayang kertas, main dende (mainan ini bisa liat di IG Retnohening – Ibu Kirana, yang ibuknya bikinin kotak-kotak pake pita biru, trus dia loncat-loncat tapi kakinya nggak boleh kena garis. Soalnya saya nggak tau apa Bahasa Indonesianya, Hahahaha).

#MakanEsTelerDiPantaiLosari

Paling sukaaa kalau diajak Bapak Mama ke Pantai Losari. Biasanya malam minggu kita kesana. Saya dan adik-adik makan es teler, Bapak Mama makan pisang epe. Eh tapi es teler ini nggak bikin teler beneran ya, aukk kenapa dinamain es teler. Mungkin pernah ada yang mabok abis makan esnya saking enaknya. Hihihi. Nulis ini jadi rindu Pantai Losari jaman dulu, duduk bersila diatas meja beton, mejanya panjang banget, hampir sepanjang Jl. Pasar ikan.

#Passappi(AnakPendampingPengantin)

Mungkin karena saya maniz! *manismanjagrup*. Ralat. Mungkin karena nggak ada sepupu lain yang mau, maka saya paling sering terpilih jadi Passappi (anak pendamping pengantin yang dipelaminan duduk disamping pengantin, biasanya satu cewek satu cowok). Senang banget karena bisa didandani dan pake baju yang sama dengan pengantin. Trus senangnya bisa dobel kalau saya dan sepupu cewek lain dijadikan partner, karena sepanjang acara kami pasti bakal jadi komentator fashion para tamu yang datang. Bhikikik. Dan yang paling bikin senang adalah selesai acara biasanya saya dikasi duit jajan, bahkan pernah ada yang ngasih jam tangan. Kalau nggak salah ingat, saya udah 7x jadi Passappi dikawinan sepupu dan tante-tante. Bahkan pernah kelas 2 SMA saya masih jadi Passappi di acara kawinan kakak dari saudara susu saya. Gilaa nggak sih, pengantin ama passappi-nya sama tinggi. Hahahha.

#LiburanKePantai

Bapak suka ngajak kita main air di Pantai. Kalau sorenya Bapak ada acara, kami pagi-pagi sekali udah ada di pantai trus pulangnya sekitar jam 11an. Makanan yang dibawa cuma nasi kuning dan songkolo (ketan dicampur serundeng, lauknya daging atau telur). Tapiiii, kalau Bapak nggak ada acara, kita bisa tuh di pantai dari jam 10 pagi sampe sore. Pake acara bakar ikan, bawa es buah, juga bawa radio. Ahzeg!. Itu kalau pulang dari pantai, kulitnya gosong minta ampun, trus ada belang-belang putih bekas baju renang, habisnya nggak mau berhenti mandi air laut. :)))))

#NontonBioskop

Dulu depan lorong rumah saya ada bioskop. Namanya Mall Studio. Bapak suka nonton pas midnight. Saya suka diajak sama Bapak, kadang sama Mama juga. Yang saya paling ingat nonton Kungfu Boys dan (((SAUR SEPUH))) *menundukmalu*. Sayangnya bioskopnya udah nggak ada. Hancur lebur diamuk massa waktu pengganyangan etnis cina.

#MandiMandiHujan

Yaaa ampuunnn ini sukaaa sekaliii. Kalau langit udah mendung, saya pasti nyanyi minta hujan “HUJAN LALO KO….!!!!HUJAN LALO KO….!!!! (Artinya: Semoga hujan!/Hujanlah!)”. Sampe mohon-mohon ke Mama kalau hujan sudah mulai turun. Biasanya mandi hujannya di depan rumah aja. Kadang kalau mood Mama lagi bagus, saya bisa loh diizinin mandi-mandi hujan sambil naik sepeda sekitar kampung. Ailaffbangedd. Girangnya udah kayak menang lotre. Tapi semisal Mama nggak ngizinin, saya langsung alasan mau mandi…. tapi kemudian mandinya di sumur outdoor samping rumah. Jadi kan akhirnya kena hujan juga. Hihihihi. 

#PulangSekolahNaikAngkot

Atas nama solidaritas dan kekompakan, saya dan 7 orang teman sekelas di SD berjanji untuk harus selalu naik pete-pete (angkot) yang sama tiap pulang sekolah. Jalur angkotnya sih sama, jalur B. Tapi ada supir angkot yang kadang nggak mau lewatin secara bersamaan ke beberapa area, yang mana teman saya masing-masing ada yang tinggal di area situ, soalnya supirnya harus mutar-mutar dulu karena areanya nggak searah. Jadilah kami sebelum naik angkot, udah rempong nanya kayak gini: “Daeng, bisa masuk Jl. Baji Dakka, Hati Mulia, Cendrawasih, Andi Tonro, Malengkeri???” (Ini nanyanya serentak secara berjamaah, kalau cuma satu orang yang nanya nggak afdol! *sikap*). Kalau supirnya bilang iya.. langsunglah kami berhamburan naik ke angkot. Semisal nih tempat duduknya hanya muat untuk 3 orang, kami tetap aja naik, sisanya bisa duduk ngemper di pintu angkot. HAHAHA. Anak SD memang urat malunya banyakan yang putus. Habisnya jarang ada angkot yang bisa meladeni kemauan anak SD yang bayarnya cuma 200 perak. 

Advertisements

About coklatcaca

Lulusan Arsitektur, tapi terdampar sebagai Karyawati Bank. Berharap suatu hari bisa bekerja dari rumah, jadi full IRT atau Wiraswasta.
This entry was posted in Writing Challenge. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s